BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Akhir-akhir ini
ber-dakwah (profesi?) semakin memiliki ruang gerak yang lebih luas dan lebih
fleksibel di tengah-tengah masyarakat. Sebab, hampir semua media massa baik
cetak maupun elektronik dijadikan sebagai instrumen untuk berdakwah oleh para
da’i. Dengan demikian, sedikit banyak pola masyarakat di dunia, khususnya di
Indonesia bisa dikatakan lebih baik dengan adanya pencerahan-pencerahan dari
para da’i.
Maka terkait dengan hal
itu, dipandang penting bagi kita semua untuk mengetahui istilah-istilah yang
berkaitan dengan dakwah itu sendiri. Selain menambah hafalan kita dalam
kosa-kata arab atau yang lazim kita kenal dengan mufradat, yang
terpenting juga dapat memberikan pemahaman lebih mengenai penggunaan
istilah-istilah yang sering dipakai oleh para da’i. Dengan demikian, ketika ada
seorang da’i mengucapkan sebuah istilah-istilah yang berkenaan dengan dakwah,
para mustami’in bisa langsung mencerna dan memiliki gambaran tentang apa
yang akan disampaikan oleh da’i yang bersangkutan.
B.
Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah diatas,
maka dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.
Apa pengertian dakwah?
2.
Apa istilah-istilah dakwah?
C.
Batasan Pembahasan
Dari rumusan masalah diatas, maka
dapat di batasi dari pembahasan sebagai berikut :
1.
Menjelaskan pengertian dakwah
2.
Menjelaskan istilah-istilah dakwah
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. PENGERTIAN DAKWAH
Sebelum kita beranjak pada pembahasan istilah-istilah
yang berkaitan dengan dakwah, maka kita terlebih dahulu harus mengetahui dakwah
dan istilah dakwah itu sendiri. Pengertian dakwah secara etimologis, adalah
sebuah kata yang berasal dari bahasa Arab, yaitu da’a – yad’u – da’wan,
yang diartikan mengajak atau menyeru, memanggil, seruan, permohonan, dan
permintaan.[1]
Secara terminologis, Quraish Shihab mendefinisikan
dakwah sebagai seruan atau ajakan kepada keinsafan, atau usaha mengubah situasi
yang tidak baik kepada situasi yang lebih baik dan sempurna baik terhadap
pribadi maupun masyarakat.[2]
Sementara Amirullah Achmad berpendapat bahwa dakwah
itu pada dasarnya ada dua pola pendefinisian dakwah. Pertama dakwah
berarti tabligh, penyiaran dan penerangan agama. Pola kedua, dakwah
diberi pengertian semua usaha dan upaya untuk merealisir ajaran Islam dalam
segala aspek kehidupan manusia.[3]
Sedangkan pengertian
istilah dakwah adalah maklum bahwa kata tersebut berasal dari dua kata, yaitu
istilah dan dakwah. Istilah adalah
1.
Kata atau
gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan,
atau sifat yang khas dalam bidang tertentu.
2.
Sebutan; nama.
Sedangkan dakwah seperti yang telah didefinisikan di
awal. Sehingga kalau dua kata tersebut digabungkan bisa kita pahami bahwa
istilah dakwah adalah ungkapan khusus dalam seruan atau ajakan (dakwah).
2.2. ISTILAH-ISTILAH TERKAIT
DENGAN DAKWAH
Terdapat banyak istilah-istilah yang memiliki kesamaan
dan korelasi dengan dakwah. Pasalnya, kata dakwah itu sendiri berasal dari
bahasa Arab, dimana bahasa ini memang memiliki banyak padanan (baca: sinonim)
yang tak terbantahkan.
Diantara beberapa
istilah yang berkaitan dengan dakwah antara lain:
a.
Istilah-istilah lain dari kata dakwah, yaitu :
1.
Tabligh : berasal dari kata kerja “Ballagha-yuballighu-tabliighan”
yang berarti menyampaikan atau penyampaian. Maksudnya menyampaikan ajaran Allah
dan Rasul-Nya kepada orang lain. Sedangkan orang yang menyampaikan ajaran
tersebut dinamakan “Muballigh” yang berarti penyampai.[5]
2.
Amar ma’ruf dan nahi munkar
: arti dari pada amar ma’ruf adalah memerintahkan kepada kebaikan, dan nahi
munkar artinya melarang kepada perbuatan yang munkar (kejahatan)[6].
3.
Washiyah, Nashihah, dan
Khotbah : antara
washiyah, nashihah dan khotbah mempunyai arti yang sama, yakni
memberikan wejangan kepada umat manusia agar menjalankan syari’at Allah.[7]
4.
Jihada : berasal dari kata “Jaahada-yujaahidu-jihadan”
yang artinya berperang atau berjuang membela agama Allah. Ini bukan saja dengan
cara berperang melawan musuh, namun segala perbuatan yang bersifat mengadakan
pembelaan dan melestarikan ajaran Allah, dapat dikategorikan berjuang atau
berjihad.[8]
5.
Mau’idhah dan Mujadalah : banyak orang mengartikan
mau’idhah dengan arti menasehati dan ada pula yang mengartikan dengan pelajaran
atau pengajaran. Maksudnya mau’idhah di sini dapatlah diartikan dengan dua arti
tersebut.
6.
Sedangkan mujadalah
diartikan berdebat atau berdiskusi. Misalnya berbantahan dengan ahli kitab
dengan cara yang baik kemungkinan mereka masuk Islam.[9]
7.
Tadzkirah atau indzar : Tadzkirah berarti
peringatan. Sedangkan indzar berarti memberikan peringatan atau mengingatkan
umat manusia agar selalu menjauhkan perbuatan perbuatan yang menyesatkan atau
kemungkaran serta agar selalu ingat kepada Allah SWT dimanapun dan kapanpun ia berada.[10]
8.
Tarbiyah[11] : kata ini berasal dari bahasa arab “rabba-yurabbi-tarbiyyan-tarbiyatan”
yang memiliki arti membimbing. Maksudnya memberikan bimbingan atau konseling
bagi seseorang menuju ke arah yang lebih baik. guna mengetahui jalan-jalan yang
sesuai dengan nilai-nilai dan norma Islam.
9.
Ta’lim[12] :
‘allama-yu’allimu-ta’liman” adalah asal dari kata ta’lim tersebut, yang berarti
memeberikan suatu pengetahuan atau pencerahan terhadap seseorang ataupun
kelompok.
b.
Istilah-istilah Unsur Dakwah
1.
Da’i : adalah orang yang melaksanakan dakwah baik lisan,
tulisan, maupun perbuatan yang dilakukan baik secara individu, kelompok, atau
lewat organisasi/lembaga.
2.
Mad’u : yaitu manusia yang menjadi sasaran dakwah, atau
manusia penerima dakwah, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok, baik
yang beragama Islam atau pun tidak; atau dengan kata lain, manusia secara
keseluruhan.
3.
Maddah : adalah isi pesan atau materi yang disampaikan da’i
kepada mad’u.
c.
Istilah-istilah dalam Metode dakwah
1.
Alhikmah : kata hikmah
dalam al quran disebutkan sebanyak 20 kai baik dalam bentuk nakirah maupun
ma’rifat. Makna asli dari kata al-hikmah adalah mencegah. Jika dikaitkan dengan
hukum berarti mencegah dari kedzaliman, dan jika dikaitkan dengan dakwah, maka
berarti menghindari hal-hal yang kurang relevan dalam melaksanankan tugas
dakwah.
2.
Al-Hikmah juga
diartikan pula sebagai al’adl (keadilan), al-haq (kebenaran), al-hilm
(ketabahan), al’ilmi (pengetahuan), dan an-nubuwah (kenabian).[13]
3.
Al-Mau’idzah Al-Hasanah : menurut Abd. Hamid al-Bilali bahwa Mau’idzah
Al-Hasanah merupakan salah satu manhaj (metode) dalam dakwah untuk mengajak ke
jalan Allah dengan memberikan nasihat atau membimbing dengan lemah lembut agar
mereka mau berbuat baik.[14]
4.
Al-Mujadalah Bi-al-Lati
Hiya Ahsan : Maksudnya melakukan
apologis terhadap apa yang memang menjadi kebenaran dengan cara-cara yang arif
dan bijaksana.[15]
d.
Istilah-istilah Dakwah dalam Profesi
1.
Tabligh (komunikasi dan penyiaran)
2.
Irsyad (bimbingan dan penyuluhan)
3.
Tadbir (menejemen)
BAB III
P E N U T U P
3.1. KESIMPULAN
Dari makalah di atas dapat kami simpulkan bahwa ada
banyak istilah-istilah yang jarang dikenal oleh sebagian kita. Misalnya kata
lain dari Dakwah; Tabligh, Amar ma’ruf dan nahi munkar, Washiyah,
Nashihah, dan Khotbah, Jihada, Mau’idhah dan Mujadalah, Tadzkirah atau
indzar, Tarbiyah dan Ta’lim.
Lebih jauh lagi tentang istilah-istilah yang berkaitan
dengan dakwah yaitu metode dakwah, diantaranya Alhikmah, Al-Mau’idzah
Al-Hasanah dan Al-Mujadalah Bi-al-Lati Hiya Ahsan. Sementara istilah
dalam unsur-unsur dakwah antara lain : Da’i, Mad’u dan Maddah. Adapun
istilah dakwah dalam profesi terdiri dari empat istilah, yaitu : Tabligh (komunikasi
dan penyiaran), Irsyad (bimbingan dan penyuluhan), Tadbir
(menejemen) dan Tathwir (pengembangan masyarakat).
3.2. SARAN
Saran penulis bagi para
pembaca, adalah agar berkenan untuk memberikan koreksi terhadap makalah yang
jauh dari kata sempurna ini. Dengan harapan makalah-makalah yang digarap oleh
penulis kedepannya menjadi lebih bagus, baik secara penulisan atau pun isi.
DAFTAR PUSTAKA
Munir, M., Elvi
Hudhriyah, Elider Husen. Metode Dakwah. Jakarta: Prenada Media Press,
2003
Kusnawan, Aep, Dindin
Solahuddin, Enjang, Moch. Fakhruroji. Komunikasi dan Penyiaran Islam.
Bandung: Benang Merah Press, 2004
Sulthon, Muhammad. Desain
Ilmu Dakwah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003
Syukir, Asmuni. Dasar-Dasar
Strategi Dakwah Islam. Surabaya: Al-Ikhlas, 1983
Ilahi, Wahyu, Harjani
Hefni. Pengantar Sejarah Dakwah. Jakarta: Kencana, 2007
Kusnawan, Aep. Ilmu
Dakwah (Kajian Berbagai Aspek). Bandung: Pustaka Bani Quraisy, 2004
Al-Qahthani, Said bin
Ali. Dakwah Islam Dakwah Bijak. Jakarta: Gema Insani Press, 1994
Basit, Abdul. Wacana
Dakwah Kontemporer. Purwokerto: STAIN Purwokerto Press, 2006
Munir, Muhammad, Wahyu
Ilahi. Manajemen Dakwah. Jakarta: Prenada Media, 2006.
Azis, Moh. Ali. Ilmu
Dakwah. Jakarta: Prenada Media Group, 2009
http://catatanmuzakarah.blogspot.com/2012/04/istilah-istilah-yang-berkaitan
dengan.html (17 September 2012)
[1]
Muhammad Munir, Wahyu Ilaihi : Manajemen
Dakwah.[Jakarta: Prenada Media 2006], hlm. 17
[2] Ibid, 20.
[3] Muhammad Sulthon, Desain Ilmu Dakwah.
[Yogyakarta:Pustaka Pelajar. 2003], hlm. 09
[10]
Ibid, 26
[11]
Muhammad Munir, Wahyu Ilaihi : Manajemen
Dakwah.[Jakarta: Prenada Media 2006], hlm. 17
[12]
Ibid
[13]Munir M.
dkk. Metode Dakwah.[Jakarta:Prenada Media Group.Cet.3.2003], hlm. 8, 9
[14] Ibid,
16
[15]Ibid, 17
[16] Asep
Kusnawan et. al.: Komunikasi Penyiaran Islam. [Bandung: Benang Merah
Press: 2004], hlm. 15
Tidak ada komentar:
Posting Komentar