disini aku dibesarkan

disini aku dibesarkan
disini aku di didik

Selasa, 03 Desember 2013

pengertian dakwah



BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang
Akhir-akhir ini ber-dakwah (profesi?) semakin memiliki ruang gerak yang lebih luas dan lebih fleksibel di tengah-tengah masyarakat. Sebab, hampir semua media massa baik cetak maupun elektronik dijadikan sebagai instrumen untuk berdakwah oleh para da’i. Dengan demikian, sedikit banyak pola masyarakat di dunia, khususnya di Indonesia bisa dikatakan lebih baik dengan adanya pencerahan-pencerahan dari para da’i.
Maka terkait dengan hal itu, dipandang penting bagi kita semua untuk mengetahui istilah-istilah yang berkaitan dengan dakwah itu sendiri. Selain menambah hafalan kita dalam kosa-kata arab atau yang lazim kita kenal dengan mufradat, yang terpenting juga dapat memberikan pemahaman lebih mengenai penggunaan istilah-istilah yang sering dipakai oleh para da’i. Dengan demikian, ketika ada seorang da’i mengucapkan sebuah istilah-istilah yang berkenaan dengan dakwah, para mustami’in bisa langsung mencerna dan memiliki gambaran tentang apa yang akan disampaikan oleh da’i yang bersangkutan.

B.            Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.      Apa pengertian dakwah?
2.      Apa istilah-istilah dakwah?

C.           Batasan Pembahasan
Dari rumusan masalah diatas, maka dapat di batasi dari pembahasan sebagai berikut :
1.      Menjelaskan pengertian dakwah
2.      Menjelaskan istilah-istilah dakwah
 BAB II
PEMBAHASAN

2.1.       PENGERTIAN DAKWAH
Sebelum kita beranjak pada pembahasan istilah-istilah yang berkaitan dengan dakwah, maka kita terlebih dahulu harus mengetahui dakwah dan istilah dakwah itu sendiri. Pengertian dakwah secara etimologis, adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Arab, yaitu da’a – yad’u – da’wan, yang diartikan mengajak atau menyeru, memanggil, seruan, permohonan, dan permintaan.[1]
Secara terminologis, Quraish Shihab mendefinisikan dakwah sebagai seruan atau ajakan kepada keinsafan, atau usaha mengubah situasi yang tidak baik kepada situasi yang lebih baik dan sempurna baik terhadap pribadi maupun masyarakat.[2]
Sementara Amirullah Achmad berpendapat bahwa dakwah itu pada dasarnya ada dua pola pendefinisian dakwah. Pertama dakwah berarti tabligh, penyiaran dan penerangan agama. Pola kedua, dakwah diberi pengertian semua usaha dan upaya untuk merealisir ajaran Islam dalam segala aspek kehidupan manusia.[3]
Sedangkan pengertian istilah dakwah adalah maklum bahwa kata tersebut berasal dari dua kata, yaitu istilah dan dakwah. Istilah adalah
1.             Kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu.
2.             Sebutan; nama.
3.             Kata atau ungkapan khusus.[4]
Sedangkan dakwah seperti yang telah didefinisikan di awal. Sehingga kalau dua kata tersebut digabungkan bisa kita pahami bahwa istilah dakwah adalah ungkapan khusus dalam seruan atau ajakan (dakwah).

2.2.       ISTILAH-ISTILAH TERKAIT DENGAN DAKWAH
Terdapat banyak istilah-istilah yang memiliki kesamaan dan korelasi dengan dakwah. Pasalnya, kata dakwah itu sendiri berasal dari bahasa Arab, dimana bahasa ini memang memiliki banyak padanan (baca: sinonim) yang tak terbantahkan.
Diantara beberapa istilah yang berkaitan dengan dakwah antara lain:
a.              Istilah-istilah lain dari kata dakwah, yaitu :
1.             Tabligh : berasal dari kata kerja “Ballagha-yuballighu-tabliighan” yang berarti menyampaikan atau penyampaian. Maksudnya menyampaikan ajaran Allah dan Rasul-Nya kepada orang lain. Sedangkan orang yang menyampaikan ajaran tersebut dinamakan “Muballigh” yang berarti penyampai.[5]
2.             Amar ma’ruf dan nahi munkar       : arti dari pada amar ma’ruf adalah memerintahkan kepada kebaikan, dan nahi munkar artinya melarang kepada perbuatan yang munkar (kejahatan)[6].
3.             Washiyah, Nashihah, dan Khotbah : antara washiyah, nashihah dan khotbah mempunyai arti yang sama, yakni memberikan wejangan kepada umat manusia agar menjalankan syari’at Allah.[7]
4.             Jihada : berasal dari kata “Jaahada-yujaahidu-jihadan” yang artinya berperang atau berjuang membela agama Allah. Ini bukan saja dengan cara berperang melawan musuh, namun segala perbuatan yang bersifat mengadakan pembelaan dan melestarikan ajaran Allah, dapat dikategorikan berjuang atau berjihad.[8]
5.             Mau’idhah dan Mujadalah : banyak orang mengartikan mau’idhah dengan arti menasehati dan ada pula yang mengartikan dengan pelajaran atau pengajaran. Maksudnya mau’idhah di sini dapatlah diartikan dengan dua arti tersebut.
6.             Sedangkan mujadalah diartikan berdebat atau berdiskusi. Misalnya berbantahan dengan ahli kitab dengan cara yang baik kemungkinan mereka masuk Islam.[9]
7.             Tadzkirah atau indzar : Tadzkirah berarti peringatan. Sedangkan indzar berarti memberikan peringatan atau mengingatkan umat manusia agar selalu menjauhkan perbuatan perbuatan yang menyesatkan atau kemungkaran serta agar selalu ingat kepada Allah SWT dimanapun  dan kapanpun ia berada.[10]
8.             Tarbiyah[11] : kata ini berasal dari bahasa arab “rabba-yurabbi-tarbiyyan-tarbiyatan” yang memiliki arti membimbing. Maksudnya memberikan bimbingan atau konseling bagi seseorang menuju ke arah yang lebih baik. guna mengetahui jalan-jalan yang sesuai dengan nilai-nilai dan norma Islam.
9.             Ta’lim[12] : ‘allama-yu’allimu-ta’liman” adalah asal dari kata ta’lim tersebut, yang berarti memeberikan suatu pengetahuan atau pencerahan terhadap seseorang ataupun kelompok.

b.             Istilah-istilah Unsur Dakwah
1.             Da’i : adalah orang yang melaksanakan dakwah baik lisan, tulisan, maupun perbuatan yang dilakukan baik secara individu, kelompok, atau lewat organisasi/lembaga.
2.             Mad’u : yaitu manusia yang menjadi sasaran dakwah, atau manusia penerima dakwah, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok, baik yang beragama Islam atau pun tidak; atau dengan kata lain, manusia secara keseluruhan.
3.             Maddah : adalah isi pesan atau materi yang disampaikan da’i kepada mad’u.

c.              Istilah-istilah dalam Metode dakwah
1.             Alhikmah :  kata hikmah dalam al quran disebutkan sebanyak 20 kai baik dalam bentuk nakirah maupun ma’rifat. Makna asli dari kata al-hikmah adalah mencegah. Jika dikaitkan dengan hukum berarti mencegah dari kedzaliman, dan jika dikaitkan dengan dakwah, maka berarti menghindari hal-hal yang kurang relevan dalam melaksanankan tugas dakwah.
2.             Al-Hikmah juga diartikan pula sebagai al’adl (keadilan), al-haq (kebenaran), al-hilm (ketabahan), al’ilmi (pengetahuan), dan an-nubuwah (kenabian).[13]
3.             Al-Mau’idzah Al-Hasanah : menurut Abd. Hamid al-Bilali bahwa Mau’idzah Al-Hasanah merupakan salah satu manhaj (metode) dalam dakwah untuk mengajak ke jalan Allah dengan memberikan nasihat atau membimbing dengan lemah lembut agar mereka mau berbuat baik.[14]
4.             Al-Mujadalah Bi-al-Lati Hiya Ahsan : Maksudnya melakukan apologis terhadap apa yang memang menjadi kebenaran dengan cara-cara yang arif dan bijaksana.[15]

d.             Istilah-istilah Dakwah dalam Profesi
1.             Tabligh (komunikasi dan penyiaran)
2.             Irsyad (bimbingan dan penyuluhan)
3.             Tadbir (menejemen)
4.             Tathwir (pengembangan masyarakat)[16]
                                                                         BAB III
P E N U T U P

3.1.    KESIMPULAN
Dari makalah di atas dapat kami simpulkan bahwa ada banyak istilah-istilah yang jarang dikenal oleh sebagian kita. Misalnya kata lain dari Dakwah; Tabligh, Amar ma’ruf dan nahi munkar, Washiyah, Nashihah, dan Khotbah, Jihada, Mau’idhah dan Mujadalah, Tadzkirah atau indzar, Tarbiyah dan Ta’lim. 
Lebih jauh lagi tentang istilah-istilah yang berkaitan dengan dakwah yaitu metode dakwah, diantaranya Alhikmah, Al-Mau’idzah Al-Hasanah dan Al-Mujadalah Bi-al-Lati Hiya Ahsan. Sementara istilah dalam unsur-unsur dakwah antara lain : Da’i, Mad’u dan Maddah. Adapun istilah dakwah dalam profesi terdiri dari empat istilah, yaitu : Tabligh (komunikasi dan penyiaran), Irsyad (bimbingan dan penyuluhan), Tadbir (menejemen) dan Tathwir (pengembangan masyarakat).

3.2.   SARAN
Saran penulis bagi para pembaca, adalah agar berkenan untuk memberikan koreksi terhadap makalah yang jauh dari kata sempurna ini. Dengan harapan makalah-makalah yang digarap oleh penulis kedepannya menjadi lebih bagus, baik secara penulisan atau pun isi.

DAFTAR PUSTAKA

Munir, M., Elvi Hudhriyah, Elider Husen. Metode Dakwah. Jakarta: Prenada Media Press, 2003
Kusnawan, Aep, Dindin Solahuddin, Enjang, Moch. Fakhruroji. Komunikasi dan Penyiaran Islam. Bandung: Benang Merah Press, 2004
Sulthon, Muhammad. Desain Ilmu Dakwah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003
Syukir, Asmuni. Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam. Surabaya: Al-Ikhlas, 1983
Ilahi, Wahyu, Harjani Hefni. Pengantar Sejarah Dakwah. Jakarta: Kencana, 2007
Kusnawan, Aep. Ilmu Dakwah (Kajian Berbagai Aspek). Bandung: Pustaka Bani Quraisy, 2004
Al-Qahthani, Said bin Ali. Dakwah Islam Dakwah Bijak. Jakarta: Gema Insani Press, 1994
Basit, Abdul. Wacana Dakwah Kontemporer. Purwokerto: STAIN Purwokerto Press, 2006
Munir, Muhammad, Wahyu Ilahi. Manajemen Dakwah. Jakarta: Prenada Media, 2006.
Azis, Moh. Ali. Ilmu Dakwah. Jakarta: Prenada Media Group, 2009



[1]    Muhammad Munir, Wahyu  Ilaihi : Manajemen Dakwah.[Jakarta: Prenada Media 2006], hlm. 17
[2]    Ibid, 20.
[3]    Muhammad Sulthon, Desain Ilmu Dakwah. [Yogyakarta:Pustaka Pelajar. 2003], hlm. 09
[4]   KBBI Offline 1.3
[5]   Asmuni Syukir, Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam. [Surabaya: Al Ikhlas], hlm.21
[6]  Ibid, 22
[7]  Ibid, 24
[8]  Ibid
[9]  Ibid, 25
[10]   Ibid, 26
[11]  Muhammad Munir, Wahyu  Ilaihi : Manajemen Dakwah.[Jakarta: Prenada Media 2006], hlm. 17
[12]  Ibid
[13]Munir M. dkk. Metode Dakwah.[Jakarta:Prenada Media Group.Cet.3.2003], hlm. 8, 9
[14] Ibid, 16
[15]Ibid, 17
[16] Asep Kusnawan et. al.: Komunikasi Penyiaran Islam. [Bandung: Benang Merah Press: 2004], hlm. 15